Terungkap ! Inilah Alasan Zinédine Zidane Tinggalkan Real Madrid !

Akhirnya terungkap, mengapa Zinédine Zidane pelatih terbaik Real Madrid sepanjang masa ini memilih meninggalkan Real Madrid meski masih berapa di puncak kejayaannya melatih Los Blancos.

Kabar kepergian Zidane yang menyatakan berhenti menjadi pelatih Real Madrid bagaikan petir di siang bolong yang menggegerkan banyak pihak.

Pasalnya Zidane melepas Real Madrid saat dirinya sedang berdiri di puncak kejayaan Real Madrid berkat kepelatihannya yang sangat hebat.

Bagaimana tidak ? hanya dalam kurun waktu 2 tahun dan 5 bulan, ZiZou mampu mempersembahkan 9 trophy kepada Real Madrid.

Dan yang paling mengesankan adalah, dirinya mampu membuat Real Madrid memenangkan kejuaraan antar klub yang paling bergengsi di jagat raya ini, Yakni Liga Champions.

Bukan hanya menang sekali atau duakali, melainkan tiga kemenangan secara berturut-turut.

Pencapaian serta prestasi ini membuat nama Zidane berdiri dijajaran salah satu pelatih terbaik di dunia.

Semenjak angkat kaki dari Stadion Santiago Bernabéu, banyak pihak bertanya-tanya mengapa Zidane begitu mantap meninggalkan Los Blancos dan menjadi misteri yang tidak terjawabkan.

Beberapa pihak mengatakan bahwa dirinya memiliki konflik internal, beberapa yang lainnya menyebutkan bahwa ZiZou hanya ingin sekedar berlibur.

Pada tanggal 31 May 2017, hanya berselang lima hari setelah kemenangan El Real dalam meraih trophy Liga Champions. Ia menyatakan mundur dalam kepelatihannya.

Saat itu ia mengatakan bahwa tim butuh perubahan yang lebih segar dari masa kepelatihannya.

Baca Juga : Tottenham Hotspur vs Manchester United, De Gea Tampil Perkasa

 

Di Tangan ZiZou Real Madrid Menjadi Klub SepakBola Terbaik di Muka Bumi

Rafael Benitez, mantan pelatih El Real mengumumkan pengunduran diri pada 4 january 2016.

Dan di hari yang sama, Zidane langsung di tunjuk menjadi pelatih tetap baru Real Madrid dengan kontrak kerja dua setengah tahun.

Hanya 5 hari berselang setelah pelantikannya, Real Madrid menggilas habis Deportivo dengan skor 5 gol tanpa balas.

Seakan-akan memiliki kekuatan baru yang lebih dasyat Real Madrid terus menorehkan kemenangan demi kemenangan pada musim itu.

Pada 2 April, Real Madrid di tantang untuk bertanding di markas musuh bebuyutan mereka di Camp Nou untuk menghadapi tuan rumah, Barcelona.

Secara luar biasa El Real mengalahkan El Barca dengan skor 2-1. Alhasil Barcelona yang telah menorehkan catatan 39 pertandingan tanpa kekalahan harus terhenti di kandang sendiri oleh musuh bebuyutan mereka.

Catatan ini juga membuat ZiZou menjadi pelatih Real Madrid pertama yang memenangkan El Clasico semenjak masa kepemimpinan Brend Schuster pada Desember 2007 silam.

Pada 4 Mei 2016, Real Madrid berhasil memenangkan kejuaraan Liga Champions dengan mengalahkan Manchester City 1-0 dengan skor aggregate.

Pada tanggal 28 Mei, El Real memenangkan kejuaraan Liga Eropa setelah berhasil mengalahkan Atletico Madrid pada pertandingan Final.

Piala ini menjadi piala ke-11 Liga Eropa yang pernah di menangi Los Blancos.

Selain itu Zidane juga mengoleksi 2 piala World Cup antar klub, 1 piala Spanyol Super Cup, 1 piala LaLiga dan 2 piala Liga Champions lagi..

 

Zinédine Zidane Tidak Cocok Dengan Presiden Baru Real Madrid, Florentino Perez

Meski sangat sukses bersama Real Madrid, kenyataannya bukan berarti Zidane Bahagia.

Keadaan yang kacau dari dalam membuat dirinya hengkang meninggalkan klub kebanggaannya itu.

Mantap presiden Real Madrid sebelumnya, Ramon Calderon mengungkapkan mengapa ZiZou memilih untuk keluar dari Stadion Santiago Bernabéu.

Ramon Calderon, Mantan Presiden Real Madrid

Ia mengatakan Zidane sangat tidak setuju dengan langkah presiden yang kala itu di kepalai oleh Florentino Perez.

Sebab Perez lebih ingin mempertahankan Bale ketimbang mempertahankan Ronaldo.

Sebaliknya Zidane berusaha keras agar Real Madrid tetap bisa mempertahankan Ronaldo dan menjual Gareth Bale pada musim yang akan datang.

Selain itu, Zidane sendiri juga tidak mendapat restu untuk mengatur isi susunan pemain yang dinilai kurang baik untuk El Real.

Pelatih asal perancis itu ingin melepas beberapa pemain dan mendatangkan sejumlah pemain baru yang dianggapnya memiliki talenta baik untuk Los Blancos.

Daftar para pemain yang ingin dilepas Zidane cukup banyak menurut Calderon, hampir sebagian dari yang ada, termasuk Bale.

Namun ide tersebut di tolak mentah-mentah oleh Perez yang sudah bulat untuk melepas Ronaldo.

Mengetahui nasib Real Madrid kedepan akan seperti apa, Zidane memilih untuk mundur.

Ramon Calderon menilai keputusan Zidane saat itu sangatlah tepat dan cermat.

Baca Juga : Christiano Ronaldo Ternyata Meninggalkan Real Madrid Karena Presiden Real Madrid Florentino Perez

 

Ronaldo Merasa Tidak di Butuhkan Lagi Oleh Florentino Perez

Sesaat setelah kepergian Zidane.

Christiano Ronaldo sendiri mulai tidak betah di bawah kepemimpinan presiden Perez yang lebih mementingkan kepentingan Bale ketimbang dirinya yang merupakan pemain kunci Real Madrid.

Semenjak Januari 2018, dirinya sudah berkeinginan meninggalkan klub tersebut.

Tepat di bulan Oktober 2018, Chrisiano Ronaldo angkat kaki dari Spanyol dan terbang ke Itali untuk bergabung dengan Juventus.

Ronaldo juga berterus terang, semenjak masa kepemimpinan presiden baru tersebut. Ia melihat dirinya tidak lagi dibutuhkan Real Madrid.

Kini semenjak di tinggal pelatih hebat dan pemain andalannya, Real Madrid seakan-akan pincang dalam setiap laganya.

Bahkan pada duel El Clasico sebelumnya, El Barca menggilas habis El Real dengan skor 5-1 yang berujung pada pemecatan sang pelatih Julen Lopetegui.

Bukan hanya itu, penjualan Christiano Ronaldo ke Juventus di sebut-sebut sebagai penjualan pemain terburuk yang pernah ada dalam sejarah sepakbola dunia.