Kylian Mbappe, 20 Tahun. Perjalanan Karir Sepakbola Sang Bintang Yang Tidak Lepas Dari Perang Penting Sang Ayah.

Kisah Perjalanan Karir Kylian Mbappe Lottin

 

Latar Belakang Keluarga

Kylian Mbappe Lottin, seorang anak yang lahir dari keluarga sederhana di kota Paris, Perancis.

Lahir dari keluarga olahragawan dengan ibu bernama Fayza, seorang atlet bola tangan. Dan kakak tirinya bernama Jires Kembo Ekoko yang juga seorang altet sepakbola Timnas Perancis U-21. Serta adik laki – laki yang bernama Adeyemi Mbappe Lottin.

Mbappe memiliki seorang ayah bernama Wilfried Mbappe, keturunan Kamerun dan Nigeria. Wilfried pindah ke perancis demi mencari kehidupan dan pekerjaan yang lebih baik.

Kemudian Wilfired menikah dengan Fayza yang saat itu merupakan wanita berdarah Aljazair-Perancis.

Karena menikah dengan Fayza yang merupakan kewarganegaraan Perancis, Wilfried memiliki hak tinggal dan menjadi warga negara Perancis.

Kylian Mbappe memiliki darah Afrika, akan tetapi sejak lahir Mbappe sudah memiliki kewarganegaraan Perancis. Sehingga membuat mbappe bisa membela Timnas Perancis.

Sebaliknya mbappe tidak memenuhi syarat untuk membela Super Eagles, yang merupakan julukan timnas Nigeria.

Kylian Mbappe Lottin sendiri memiliki nama tengah pemberian ayahnya. Yaitu “Yoruba Adesanmi” yang berarti “mahkota sesuai dengan saya”.

Kisah Perjalanan Karir Kylian Mbappe

Wilfried Mbappe secara langsung mengajari Kylian Mbappe dan saudara tirinya Ekoko tentang sepakbola.

Wilfried menjadi pelatih sekaligus agen untuk kedua anaknya di AS Bondy.

 

Masa Muda Kylian Mbappe Lottin

Bakat Kylian Mbappe mulai tercium semenjak usianya baru menginjak 8 Tahun. Tidak sedikit orang mengira Mbappe memalsukan usianya. karena tubuh mbappe yang tinggi serta kemampuan sepakbolanya di atas rata – rata.

Tak lama setelah bakat Mbappe mulai terlihat di depan umum, tawaran langsung membanjiri Mbappe. Tidak tanggung – tanggung, klub raksasa Chelsea langsung mengudang Mbappe untuk datang ke London.

Di usianya yang baru menginjak 11 tahun, Mbappe tinggal dan berlatih selama seminggu di Chelsea di temani sang Ayah. Mbappe langsung diturunkan di pertandingan melawan Charlton Athletic.

Bermain di lini depan, Mbappe sama sekali tidak mencetak gol walaupun timnya menang. Setelah Chelsea memutuskan untuk tak merekrut Mbappe, ia kembali ke perancis.

Sang ayah tidak kecewa dengan hasil tersebut dan malah merasa sangat senang. Karena Mbappe mendapat pengalaman yang sangat berharga tentang sepakbola.

 

Kylian Mbappe dan Real Madrid

Setelah beberapa tahun Mbappe dilatih sang ayah di perancis. Kini klub raksasa Spanyol Real Madrid yang tertarik menguji kemampuan Mbappe. Pelatih yang saat itu menguji kemampuan Mbappe secara langsung adalah Zinedine Zidane.

Melihat kemampuan Mbappe yang luar biasa untuk anak seusianya. Real Madrid langsung tertarik dan ingin mengontrak Mbappe.

Akan tetapi saat itu sang ayah menolak tawaran Real Madrid. Tujuan Wilfried mengajak Mbappe ke Real Madrid adalah untuk memberikan Mbappe pengalaman.

Baca JugaReal Madrid Pesta Gol Lagi

Sang ayah, Wilfried enggan Mbappe terlalu cepat mengalami peningkatan karier yang sangat tinggi secara tiba – tiba. karena Wilfried percaya hal seperti itu bisa membuat Mbappe hilang fokus dan merasa sombong.

Walaupun saat itu Mbappe sangat ingin bergabung dengan Real Madrid. Karena ia mengidolakan sang mega bintang saat itu, Christiano Ronaldo. Mbappe pun memiliki banyak koleksi poster Ronaldo  di dinding kamarnya.

Beberapa bulan berlalu, Mbappe didaftarkan oleh ayahnya ke Clairefontaine. Pusat pelatihan sepakbola nasional Perancis untuk usia 13-15 tahun.

 

Clairefontaine Academy

Clairefontaine merupakan academy dengan reputasi yang sangat bagus hingga saat ini. Di sini merupakan tempat yang tepat untuk mengasah para talenta berbakat.

Banyak sekali para pemain yang memulai karier profesional mereka dari Clairefontaine. beberapa nama di antaranya Oliver Giroud, Laurent Koscielny, Patrice Evra, Paul Pogba, Hugo Lloris, Antoine Griezmann hingga Zinedine Zidane dan masih banyak lagi.

Popularitas Clairefontaine memang sudah tidak diragukan lagi. sehingga tempat ini menjadi tempat nongkrong-nya para talent scout yang mencari daun – daun muda berbakat.

Mbappe pun tak luput dari pantauan talent scout yang selalu berada di kawasan Clairefontaine.

 

Lagi – lagi Real Madrid mencoba merekrut Mbappe. Valencia pun tak mau kalah dan juga berusaha merekrut bocah berusia 14 tahun tersebut.

 

AS Monaco Pilihan Kylian Mbappe

Dibanjiri tawaran oleh klub – klub besar, Mbappe lebih memilih bergabung dengan AS Monaco.

Mbappe lebih percaya dan mengikuti saran ayahnya yang saat itu menyarankan mbappe untuk ikut dengan AS Monaco.

Wilfried menilai saat itu program pengembangan pemain muda Monaco lebih baik dibandingkan klub lain.

Di AS Monaco, Mbappe semakin menjadi – jadi. kemampuan mbappe semakin jauh terasah dan menjadi penyerang yang tajam saat itu.

Ia menjalani debut pertamanya di usia 16 tahun dan menjadi pemain termuda AS Monaco. Mengalahkan rekor yang pernah di pegang legenda Perancis Thierry Henry.

Dua bulan setelah resmi bergabung dengan AS Monaco, Mbappe kembali memecahkan rekor. Ia menjadi pencetak gol termuda AS Monaco, Sekali lagi ia mengalahkan rekor Thierry Henry.

Semenjak saat itu pelatih legendaris Perancis, Arsene Wenger memprediksi bahwa kedepannya Mbappe akan menjadi bintang sepakbola yang hebat.

Melihat permainan  Mbappe di AS Monaco, mengingatkan Wenger kepada Thierry Henry saat muda.

Karena itu Arsene Wenger berusaha mendatangkan Mbappe ke Arsenal pada saat itu. “Saya sangat menginginkannya untuk bergabung musim lalu. Namun ia tetap memilih bertahan di sana (AS Monaco) dan saya hargai itu”.

Bahkan mantan pemain timnas perancis Nicolas Anelka melihat talenta Mbappe mendekati talenta Ronaldo Nazario, legenda asal Brazil.

“dia mengingatkan saya dengan Ronaldo saat bermain di olimpiade 1996. cara bermainnya memiliki karakteristik pemain kelas dunia” ungkap Anelka.

 

PSG , Paris Saint-German

Tampil sangat hebat dan gemilang pada musim 2016 – 2017. Membuat PSG, Paris Saint-German melakukan penandatangan kontrak dengan Mbappe.

Mbappe di kontrak dengan status sebagai pemain pinjaman. Untuk kesekian kalinya Real Madrid berusaha menarik Mbappe, tapi Mbappe menolaknya.

 

 

Mbappe mengatakan dia lebih memilih PSG karena ingin bermain dengan tim dari kota kelahirannya. Mbappe ingin membuat PSG lebih kuat melebihi Real Madrid. Yang saat itu berstatus klub terhebat dengan gelar 2 Liga Champions berturun – turut.

Kontrak Mbappe dengan PSG bernilai 145 juta Euro ditambah 35 juta Euro untuk kontrak tambahan. Membuat Mbappe menjadi pemain kedua termahal setelah Neymar. di PSG Mbappe memilih kemeja nomor 29 setibanya ia di ibukota Perancis.

Didier Deschamps, pelatih timnas perancis memberikan kesempatan debut kepada Mbappe. Mbappe diikut sertakan dalam kompetisi timnas Perancis U-19.

Disana Ia lagi – lagi tampil menakjubkan dengan mencetak lima gol. Perancis berhasil keluar menjadi juara Piala Eropa U-19 Saat itu.

Piala Dunia 2018, Tempat Unjuk Kekuatan

Didier Deschamps melihat bertapa hebatnya permainan Mbappe. Dan kembali membawa Mbappe dalam ajang sepakbola paling bergengsi di jagat raya, Piala Dunia 2018.

Deschamps menciptakan taktik tersendiri dengan menggabungkan Mbappe dengan super star timnas Perancis, Antoine Griezmann.

Dalam ajang Piala Dunia 2018, Antoine Griezmann mengenakan nomor baju kebanggannya yaitu nomor 7.

Sedangkan Mbappe di percaya mengenakan baju dengan nomor punggung 10. Nomor yang pernah di gunakan legenda – legenda perancis seperti Michel Platini dan Zidane.

Deschamps sempat melihat bahwa kelemahan Mbappe adalah kemampuan fisikal dan kemampuan bertahan.

Sehingga saat itu Deschamps memutuskan membebas tugaskan Mbappe dalam pertahanan. Ia hanya di tugaskan tetap di lini depan dan selalu menyerang.

Karena kehebatan Griezmann yang sangat apik dalam pertahanan dan menganalisa serangan. Mbappe tampil semakin tajam dan semakin kuat karena bisa fokus dalam penyerangan lini depan.

Kombinasi mematikan ini membuat lini depan perancis seperti belati tajam. Perancis tampil bagaikan tim raksasa yang membuat tim negara lain takjub dan khawatir untuk berhadapan.

Perancis pun keluar sebagai juara dunia 2018 setelah berhasil meratakan Kroasia dengan skor 4 – 2.

Setelah berhasil mengangkat trofi Piala Dunia 2018, kini nama Kylian Mbappe semakin tersohor.

Seluruh pelosok media sepakbola dan klub selalu berusaha mencari kabar – kabar terbaru dari sang bintang. Kisah perjalanan sepakbola Kylian Mbappe menuju Legenda semakin dekat.

Bahkan hingga saat ini masih sering terdengar kabar dari dalam Real Madrid. Klub jawara asal Spanyol ini masih ingin merekrut pria berkewarganeragaan Perancis tersebut.

Akankah Mbappe memilih Real Madrid sebagai klub pemberhentian selanjutnya ? kita tunggu saja.

Baca JugaReal Madrid Lebih Butuh Kylian Mbappe Dibandingkan Neymar.